HASIL LAB KELUAR: Bakteri Berbahaya Ditemukan dalam Sampel Makanan, Pemkab Dairi Evaluasi Total Program MBG

Selasa, 24 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

DAIRI24JAM || SIDIKALANGPemerintah Kabupaten Dairi secara resmi merilis hasil uji laboratorium terkait insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK HKBP dan SMK Arina Sidikalang. Hasil investigasi medis mengonfirmasi adanya kontaminasi bakteri berbahaya pada beberapa komponen menu makanan yang disajikan kepada para siswa.

Keputusan dan temuan ini disampaikan langsung dalam rapat koordinasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Bupati Dairi, Vickner Sinaga, didampingi Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG, Wahyu Daniel Sagala, di Ruang Rapat Bupati pada Senin (23/2/2026). Rapat tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekda Charles Bantjin, serta Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution.

Temuan Laboratorium: Jejak Bakteri pada Menu Utama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumatera Utara yang berlangsung pada 13 hingga 18 Februari 2026, tim medis menemukan indikasi kuat kontaminasi mikrobiologi.

Kepala Dinas Kesehatan Dairi, dr. Henry Manik, memaparkan rincian temuan yang mengejutkan dari bank sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG):

SMK HKBP: Ditemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada nasi putih, serta kontaminasi Kapang Kamir pada menu gulai ayam.

Baca Juga :  Apel Persiapan Polres Dairi Dalam Pengamanan Perayaan Natal Tahun 2022 Di Wilayah Kabupaten Dairi

SMK Arina: Ditemukan Kapang Kamir pada nasi putih, serta bakteri Total Coliform pada sayur tumis tauge dan tempe goreng tepung.

Gejala klinis yang dialami siswa seperti mual, muntah, dan diare sangat sinkron dengan keberadaan bakteri-bakteri tersebut. Dugaan kuat kami, pertumbuhan bakteri dipicu oleh jeda waktu yang terlalu lama antara proses pengolahan hingga konsumsi, ditambah suhu penyimpanan dan distribusi yang tidak memenuhi standar keamanan pangan,” jelas dr. Henry.

Ketegasan Pemerintah: Keselamatan Siswa Harga Mati

Bupati Dairi, Vickner Sinaga, dalam arahannya menyatakan kekecewaan mendalam atas kelalaian teknis ini. Meski MBG merupakan Program Strategis Nasional (PSN) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, ia menegaskan bahwa standar operasional tidak boleh dikompromikan.

Keselamatan siswa adalah prioritas tertinggi. Pemkab Dairi tidak akan mentolerir kelalaian dalam penyediaan pangan bagi anak didik. Kami akan melakukan evaluasi intervensi menyeluruh, mulai dari sistem pengadaan bahan baku hingga prosedur distribusi di lapangan,” tegas Vickner.

Bupati juga memastikan bahwa seluruh 280 siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan medis terbaik di RSUD Sidikalang, RS Serenapita, serta berbagai puskesmas dan klinik. Saat ini, kondisi seluruh siswa telah stabil dan sebagian besar sudah kembali mengikuti aktivitas belajar di sekolah.

Baca Juga :  Bentuk Sinergitas TNI-POLRI Dan Pemerintah Pakpak Bharat Senam Bersama Di Makoramil

Langkah Konkret dan Sanksi Operasional

Menindaklanjuti temuan ini, Korwil BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution, mengumumkan langkah tegas berupa penghentian sementara operasional SPPG Sidikalang III.

Operasional telah kami hentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kami sedang melakukan audit menyeluruh terhadap SOP produksi. Terkait biaya pengobatan, seluruhnya akan ditanggung oleh DIPA Badan Gizi Nasional (BGN),” ungkap Pahlawan.

Pemkab Dairi juga menginstruksikan pengawasan ketat terhadap kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh mitra penyedia makanan. Bupati menekankan bahwa setiap unit pengolahan wajib taat pada Standar Keamanan Pangan Nasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Melalui insiden ini, Pemkab Dairi berkomitmen untuk memperketat rantai pasok program MBG, memastikan bahwa setiap kalori yang masuk ke tubuh siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga dijamin keamanannya secara medis.

Penulis : Bambang Ermansyah

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi dan Jaga Kondusivitas Wilayah, Serma Supriadi Hutasoit Gelar Komsos Bersama Warga Pasir Tengah
Mempererat Sinergitas Wilayah, Babinsa Koramil 05/TP Silaturahmi Bersama Sekcam dan Aparatur Kecamatan Tanah Pinem
Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla, Pemkab Dairi dan Forkopimda Gelar Rakor serta Simulasi di Silahisabungan
Bertemu Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Wabup Dairi Tegaskan Pertanian Jadi Kekuatan Utama Daerah
Pemkab Dairi Dukung Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf Melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman Dan Perjanjian Kerjasama
Tragis, Usai Pamit ke Kamar Mandi, IAB Ditemukan Tewas dalam Parit
Antisipasi Karhutla, Babinsa Bersama Bhabinkabtibmas Gelar Patroli dan Sosialisasi di Desa Silalahi I
Babinsa Koramil 05/ TP , Sertu Hasanadi Pererat Komsos Bersama Warga Tanah Pinem

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:09

Pererat Silaturahmi dan Jaga Kondusivitas Wilayah, Serma Supriadi Hutasoit Gelar Komsos Bersama Warga Pasir Tengah

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:21

Mempererat Sinergitas Wilayah, Babinsa Koramil 05/TP Silaturahmi Bersama Sekcam dan Aparatur Kecamatan Tanah Pinem

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:04

Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla, Pemkab Dairi dan Forkopimda Gelar Rakor serta Simulasi di Silahisabungan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00

Pemkab Dairi Dukung Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf Melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman Dan Perjanjian Kerjasama

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:47

Tragis, Usai Pamit ke Kamar Mandi, IAB Ditemukan Tewas dalam Parit

Berita Terbaru