Dairi24jam || Pasi- Warga Desa Pasi Kecamatan Berampu keluhkan pepaksanaan pekerjaan pengaspalan Jalan Hot Mix Desa mereka.Alasan Warga bahwa pelaksanaan pengaspalan tersebut asal jadi dan di nilai tidak sesuai dengan tahapan pekerjaan yang sudah di tentukan.
Salah seorang Warga yang juga merupakan tokoh Pemuda Desa ,S Pasi saat di temui Awak Media menjelaskan,bahwa pelaksanaan pekerjaan Pengaspalan jalan menuju Desa Pasi yang di laksanakan oleh CV.Pande Kaliaga yang beralamat di Kota Medan tersebut terkesan asal jadi.
Dikatakan Pasi,sejak di mulainya pelaksanaan di lapangan pihaknya terus melakukan pemantauan,seperti pada proses clearing dan Grubbing atau pembersihan badan jalan yang hendak di aspal,tidak dilakukan dengan merata,sehingga di ragukan kualitas kerekatan material tidak akan bertahan lama.
Ironisnya dikatakan Pasi,penghamparan aspal Hotmix dilakukan saat badan jalan sedang berlumpur dan basah akibat hujan.Namun hal tersebut tidak di pedulikan oleh pihak rekanan karena pengawas dari Dinas terkait jararang melakukan pengawasan pekerjaan tersebut.
“Kami sudah mengambil dokumentasi sejak awal di kerjakanya pengaspalan ke Desa Kami ini.Sehingga kami banyak tau apa dan dimana kekurangan dari pelaksanaanya di lapangan,Kepada pihak rekanan,kami mengharapkan jangan main main dengan pekerjaan tersebut,jika dalam waktu dekat badan jalan yang dikerjakan itu sudah rusak,kami akan melaporkanya ke Pihak APH,” kata Pasi.
Ditambahkan Pasi,sejak dilaksanakanya pengaspalan Hotmix jalan masuk ke Desa Pasi tersebut, pihak Dinas terkait seakan akan tidak mau tau bagai mana proses pelaksanaan dilapangan.Pengawas yang dihunjuk dari Dinas PU Binamarga juga jarang turun melakukan monitoring,sehingga pekerjaan terkesan asal asalan.
“Yang di rugikan justru kami warga Desa Pasi ini,ini kan jalan masuk ke Desa kami,jangan pihak pemborongnya mencari keuntungan besar,kwaliatas pekerjaanya hancur hancuran,”tutup Pasi.
Diharapkan pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Dairi lebih aktif dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh pekerjaan di Lapangan.(D.01).










