DAIRI24JAM || SITINJO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang menggelar razia insidentil skala besar di sejumlah kamar hunian warga binaan. Langkah tegas ini diambil guna mencegah peredaran barang terlarang. Keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan Rutan juga menjadi fokus utama.Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Sidikalang, Loviga Ferdinanta Sembiring. Informasi disampaikan melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Brema Barus, Jumat 03/07/2026.
Rangkaian kegiatan penertiban ini dimulai pada pukul 19.00 WIB. Seluruh personel mengikuti apel kesiapan di halaman Rutan.Karutan Kelas IIB Sidikalang, Loviga Ferdinanta Sembiring, memimpin langsung apel tersebut. Ia memberikan arahan tegas mengenai prosedur penggeledahan. Petugas diminta tetap humanis namun sangat teliti.
Sebanyak 31 personel gabungan dikerahkan ke lokasi.Tim gabungan tersebut terdiri dari, 2 anggota TNI dari kodim 0206/Dairi dan 29 petugas internal Rutan Sidikalang.
Petugas menyisir area hunian secara mendalam. Kamar-kamar di dua blok utama menjadi target operasi.Berikut adalah rincian area yang digeledah:Blok SM Raja: Kamar 1, 2, 3, dan 8.Blok Imam Bonjol: Kamar 2, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 22, dan 23.
Setiap sudut ruangan diperiksa ketat. Lemari pakaian, tempat tidur, hingga celah bangunan tidak luput dari pemeriksaan.
Operasi senyap ini membuahkan hasil. Petugas menemukan sejumlah benda berbahaya yang dilarang keras berada di dalam sel, adapun barang bukti yang disita meliputi, 5 buah sendok besi, 5 buah pisau rakitan, 4 set kartu remi, 2 buah paku, 1 buah pisau cukur1 buah gunting kuku.
Seluruh barang temuan tersebut langsung didata oleh petugas. Setelah proses inventarisasi selesai, barang-barang berbahaya itu segera dimusnahkan. Langkah ini diambil untuk memastikan benda tersebut tidak disalahgunakan.
Razia insidentil seperti ini akan terus dilakukan secara berkala. Rutan Sidikalang berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih dari senjata tajam, narkoba, dan barang terlarang lainnya.
Penulis : Bambang Ermansyah










