DAIRI24JAM || SIDIKALANG– Keceriaan terpancar dari wajah puluhan murid TK Kemala Bhayangkari Sidikalang saat menyambut kedatangan tim dari UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kehadiran para petugas “Penjinak Si Jago Merah” ini bukan untuk memadamkan musibah, melainkan untuk melaksanakan program pembelajaran tematik bertajuk “Air dan Api”.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari di halaman apel Polres Dairi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai manfaat dan bahaya air serta api dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para petugas mengenalkan berbagai peralatan pemadam kebakaran, mulai dari baju antipanas, helm pelindung, hingga fungsi dari mobil pemadam itu sendiri.
Dalam narasinya, petugas menjelaskan bahwa api bisa menjadi “teman” saat digunakan untuk memasak atau penerangan, namun bisa menjadi “lawan” yang berbahaya jika tidak dikendalikan. Anak-anak diajarkan untuk tidak bermain korek api dan segera melaporkan kepada orang dewasa jika melihat percikan api yang mencurigakan.
Sesi yang paling dinanti adalah simulasi pemadaman api. Para siswa diberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana petugas mengoperasikan selang air (nozzle) dari mobil pemadam. Beberapa murid bahkan tampak antusias saat diajak merasakan sensasi menjadi “petugas cilik” dengan memegang selang dan menyemprotkan air di bawah pengawasan ketat personel UPT Damkar.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi Amudi Situmeang menyampaikan bahwa edukasi ini sangat penting untuk melatih mental dan keberanian anak sejak dini. “Kami ingin anak-anak tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat, sehingga mereka tidak panik namun tetap waspada,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Selain edukasi bahaya kebakaran, kegiatan ini juga mengenalkan peran penting air sebagai media utama dalam memadamkan api. Sebagai penutup yang menyegarkan, para petugas menyemprotkan air ke udara membentuk “hujan buatan”, yang disambut sorak sorai gembira oleh seluruh murid dan guru TK Kemala Bhayangkari.
Program ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai bentuk pengabdian masyarakat dari Pemkab Dairi dalam menciptakan budaya sadar bencana bagi generasi muda di Kabupaten Dairi.
Penulis : Bambang Ermansyah










