Dairi24jam || Gunung Sitember—Pasca terjadinya mini bus masuk ke dalam jurang Lau Renun Tim Basarnas bersama Tim SAR gabungan melakukan pencarian mobil mini bus dan juga 2 orang penumpang yang menjadi korban jatuhnya mobil bermerek PT PAS Transport di Dusun Lau Kinapan , Desa Batu Gungun , Kecamatan Gunung Sitember,Senin (18-09-2023).
Pantauan awak media di lokasi kejadian,tanpak Tim Basarnas beserta tim SAR sedang melakukan pencarian.
Pencarian yang di lakukan oleh tim Basarnas di Bantu BPBD Dairi untuk hari ini belum membuahkan hasil akibatkan lokasi jurang yang terlalu terjal dan juga arus air yang cukup deras.

Camat Gunung Sitember, Jonatan Ginting saat ditemui awak media di lokasi pencarian mengatakan, sampai saat ini tim SAR dari Basarnas dan BPBD Dairi serta personel gabungan Kepolisian dan TNI masih membantu melakukan pencarian korban.
“Untuk pencarian sudah kita lakukan sejak kemarin sore, dan dilanjut sampai sekarang oleh tim SAR Basarnas dan BPBD. Namun belum membuahkan hasil sampai dengan hari ini,” kata Jonathan.
Jonatan Ginting Menjelaskan, mobil penumpang PT PAS Transport yang jatuh ke jurang merupakan mobil penumpang jurusan Bukit Lau Kersik-Sidikalang-Medan yang membawa penumpang tiga orang yang menjadi korban warga Desa Bukit Lau Kersik yaitu Tumpak Aritonang (63 tahun) dan istrinya Siti Sihombing (57 tahun) dan satu orang anak gadis bernama Risnawan Lumban Gaol (19 tahun).Namun Pada waktu kejadian,Risnawan Lumban Gaol(19) berhasil lolos dari maut dengan melompat dari dalam Mobil.
Adapun Informasi yang di himpun ,bahwa kronologi musibah itu bermula saat mobil tiba di Dusun Lau Kinapan. Setiba di sana, sopir menghentikan kendaraannya karena menjemput barang kiriman,di warung tepi jalan.
Tak tahu kenapa, tiba-tiba mobil berjalan dan langsung menuju jurang yang berujung di Sungai Lau Renun. Salah seorang penumpang bernama Risnawan Lumban Gaol berhasil melompat dari mobil sementara pasangan suami istri (Tumpak Aritonang beserta istrinya Siti Sihombing) terbawa mobil dan jatuh ke sungai Lau Renun.
Lokasi jatuhnya mobil ke sungai berjarak 200 dari lokasi jembatan yang digunakan sebagai tempat pencarian mobil dan kedua penumpang yang dinyatakan tewas.
“Untuk lokasi awal jatuhnya mobil minibus di Dusun Lau Kinapan,,” sebut salah seorang warga.
Dikabarkan,Selain melakukan pencarian di lokasi jatuhnya mobil minibus, Camat selaku pemerintah setempat juga akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintahan Desa Mangan Moli, juga Kecamatan Tanah Pinem untuk membantu proses pencarian.
“Informasinya kalau ada yang hanyut, itu biasanya dapat nya di Desa Mangan Moli. Nanti kami juga akan mengarah ke sana melakukan pencarian,” tambah Camat.
Menurut Jonathan, kendala dalam melakukan pencarian adalah, kondisi lokasi yang curam dan arus sungai sangat deras, sehingga membuat petugas sulit melakukan pencarian.

Di tempat yang sama Komandan Basarnas Jiko Purba saat di mintai keterangan mengatakan,Lokasi pencarian ini sangat sulit, dimana arus sungainya deras, dan kedalaman sungai mencapai 30 meter serta tebing yang curam, sehingga menjadi kendala bagi tim pencarian,” ujarnya.
Jiko Purba pun mengimbau kepada warga yang berada di lokasi pencarian untuk bersabar, dan meminta doanya agar pencarian korban segera dapat ditemukan.(BAM)










