DAIRI24JAM || SIDIKALANG — Gelombang tuntutan keadilan semakin memanas di depan Mapolres Dairi. Sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum (FPPKH) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menyuarakan keprihatinan atas lambannya penanganan kasus hukum, termasuk pengeroyokan yang menimpa Iwan, putra dari Burhanuddin Bintang.
Dalam aksi tersebut, massa yang terdiri dari gabungan elemen KNPI, IPK, GMNI, HMI, PMII, IPNU, dan Pemuda Muhammadiyah mendesak reformasi birokrasi di tubuh Polres Dairi. Mereka menilai proses hukum terhadap pelaku kejahatan sering kali berjalan di tempat dan kurang transparan.
Burhanuddin Bintang, yang hadir di tengah massa, menyampaikan pernyataan yang sangat tajam terkait nasib kasus anaknya. Ia memberikan pilihan sulit bagi pihak kepolisian: ketegasan hukum atau konflik horizontal.
“Jika keenam pelaku sudah tertangkap semua, kami bersedia berdamai secara kekeluargaan. Namun, jika dua pelaku lagi tidak didapatkan, jangan salahkan kami jika hukum rimba yang akan main,” tegas Bintang di hadapan Kapolres Dairi dan PJU lainnya.
Pihak keluarga dan forum pengunjuk rasa mempertanyakan mengapa dua orang terduga pelaku masih bebas berkeliaran, padahal bukti-bukti pengeroyokan dianggap sudah sangat jelas. Pernyataan “lebih bagus hukum rimba” mencerminkan puncak kekecewaan warga atas dugaan praktik jual beli hukum yang disuarakan oleh orator aksi.
Hingga saat ini, FPPKH menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai seluruh pelaku pengeroyokan diamankan. Mereka memperingatkan bahwa pembiaran terhadap DPO (Daftar Pencarian Orang) hanya akan memperburuk citra penegakan hukum di Kabupaten Dairi.
Penulis : Bambang Ermansyah










