DAIRI24JAM || Sidikalang–– Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Dairi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara hybrid dan serentak secara nasional pada Senin (27/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi, dipimpin oleh Plh. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, dr. Nitawati Sitohang, serta dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam rakor tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai daerah. Berdasarkan data BPS, pada Minggu ke-4 (M4) Oktober 2025, tercatat 15 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 23 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Adapun komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan IPH di 15 provinsi tersebut antara lain cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
Lebih rinci, kenaikan IPH tertinggi di Pulau Sumatera terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai perubahan 7,36%. Komoditas penyumbang utama di wilayah ini didominasi oleh cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Sementara itu, di Pulau Jawa, kenaikan IPH tertinggi tercatat di Kabupaten Blora dengan nilai perubahan 1,83%, yang didorong oleh cabai merah dan telur ayam ras.
Untuk wilayah luar Pulau Jawa dan Sumatera, Kabupaten Mamberamo Raya mencatat kenaikan IPH tertinggi sebesar 2,08%, dengan komoditas dominan penyumbang inflasi adalah daging ayam ras.
Melalui rakor ini, TPID Kabupaten Dairi berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di wilayah Kabupaten Dairi.
Penulis : Bambang Ermansyah
Editor : REDAKSI DAIRI24JAM










