Dairi24jam || Sidikalang—Tantangan pembangunan bidang kesehatan saat ini masih dihadapkan pada kondisi triple burden yaitu penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, di lain pihak angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM) cenderung meningkat serta sekaligus menghadapi tantangan penyakit baru.
Pemerintah telah melakukan upaya-upaya dalam menanggulangi permasalahan tersebut, yang tentunya memerlukan dukungan sumber daya kesehatan sebagai pelaksana yang bekerja secara profesional salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi menggelar Pembentukan Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (P2PTM) yang berlangsung pada Rabu (02-11-2022) Di Ofal Coffee.
“Para peserta pelatihan ini yang nantinya diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular yang ada di wilayah kerja puskesmas masing-masing,” kata Direktur Kepala Program Studi Prodi Dairi Bapak Robert Harnat Silalahi .
Penyakit tidak menular saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi dan pembiayaan termahal, sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama.
“Besar harapan kami, dengan adanya pelatihan ini pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) dapat terintegrasi dan berjalan sinergis melalui upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat,” tutup Robert.
Pembentukan ini diikuti tenaga kesehatan di antaranya dokter, perawat dan tenaga Kesehatan lainnya yang mengelola program penyakit tidak menular di wilayah kerja masing masing.
Tampak hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pemdes Bapak Bahagia Ginting,Ny Rommy,Direktur Kepala Program Studi Prodi Dairi Bapak Robert Harnat Silalahi.(D.02)










