DAIRI24JAM || SUMBUL – Suasana sunyi menjelang pagi di kawasan Jalan Negara lintas Sidikalang–Medan mendadak berubah menjadi mencekam. Pada Minggu, 21/06/2026 sekitar pukul 04.00 WIB, sebuah truk berukuran besar jenis trado melaju dari arah Medan. Truk raksasa tersebut diketahui tengah membawa muatan besi yang sangat berat, diperkirakan mencapai sekitar 40 ton.
Saat memasuki jalur di kawasan Simpang Invaliden, truk trado tersebut diduga kuat mengalami kendala fatal pada sistem pengereman (rem blong). Dengan kondisi jalanan yang menurun, kendaraan berat yang kehilangan kendali itu meluncur deras tanpa bisa dihentikan oleh sang sopir.
Menurut kesaksian warga, Baron Matanari, truk trado yang melaju lepas kendali tersebut pertama kali menghantam sebuah mobil boks berwarna putih (Colt Diesel) yang berada tepat di depannya. Benturan keras yang tak terhindarkan membuat mobil boks putih itu terdorong ke depan dengan kecepatan tinggi.
Mobil boks tersebut kemudian menabrak mobil minibus Grandmax yang sedang membawa sejumlah penumpang. Akibat hantaman beruntun yang luar biasa keras, mobil Grandmax mengalami kerusakan parah hingga dilaporkan adanya korban yang tewas seketika di lokasi kejadian.
Daya dorong truk trado bermuatan besi puluhan ton itu tidak langsung berhenti setelah menghantam kendaraan di jalan. Truk terus melaju liar ke arah kiri jalan dan langsung menyeruduk deretan bangunan milik warga setempat.
Tercatat ada tiga unit rumah warga yang hancur akibat terjangan kendaraan berat ini, masing-masing adalah, Rumah Bapak P. Pasaribu, Rumah Bapak Lumbangaol, Rumah Bapak B. Pasaribu. Hantaman pada bangunan ini menimbulkan suara dentuman keras yang langsung membangunkan warga sekitar dari tidur mereka.
Warga yang menyaksikan dan berada di sekitar lokasi langsung berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan pertama. Di dalam salah satu rumah yang tertabrak, yaitu keluarga Pasaribu, seorang ibu beserta anaknya mengalami luka-luka akibat runtuhnya material bangunan. Keduanya segera dievakuasi oleh warga dan dilarikan ke Puskesmas Sumbul menggunakan kendaraan yang melintas untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Kepala Puskesmas Sumbul, Edison Damanik, membenarkan adanya korban jiwa dan luka yang masuk ke fasilitas kesehatan tersebut. “Dua orang meninggal dunia dan tujuh orang menderita luka-luka. Saat ini, para pasien yang terluka masih dalam penanganan intensif oleh tim medis kami,” ungkap Edison pada Minggu pagi.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap para korban tewas maupun luka masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian. Aparat Satlantas Polres Dairi juga sudah turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan maut ini.
Penulis : Bambang Ermansyah










