DAIRI24JAM — Kader posyandu lansia/Balita desa belang malum di pecat Kades gegara mengkritik soal PMT (Pemberian Makan Tambahan) dan BMT (Bahan Makan Tambahan) , Hal itu di sampaikan sejumlah kader Desa Belang Malum ,Kecamatan Sidikalang ,Kabupaten Dairi-Sumut ,Sabtu (14-02-2025).
Mereka merasa diberhentikan tanpa alasan yang jelas, hanya karena mengkritik PMT dan BMT.
Roma Panggabean salah satu Kader yang meresa kecewa terhadap Kades menceritakan waktu itu mereka di kumpulkan pada 10 Desember 2024 di kantor desa oleh perangkat desa, ia menyampaikan bahwa ada pengurangan Kader sesuai peraturan Camat atau perintah pusat,ujarnya.
Kami diberhentikan atas dasar yang tidak masuk akal, hanya karena mengkritik soal PMT kami diberhentikan dengan sepihak. Jangan jangan itu cuma akal-akalan Kades saja agar kami tidak lagi menjadi Kader posyandu di desa tersebut,ucapnya.
Selain rasa kecewa Roma juga mempertanyakan masalah anggaran yang di kelola untuk PMT-BMT, ia bertanya apakah anggaran itu terbatas dan seperti apa.
Seharusnya transparan berapa total dana PMT-BMT, Kami sebagai masyarakat harusnya tau dong, berapakah sebenarnya anggaran PMT-BMT pertahun di desa Belang Malum kenapa bisa telor terus, padahal jumpah balita di desa ini hanya 50 jiwa saja,ungkapnya.
Selain Roma Panggabean yang di berhentikan ada juga Purnama Lumban Tobing sebagai kader Lansia yang merasakan kekecewaan terhadap Kades.
Purnama menceritakan dirinya dan juga kader -kader yang lain di berhentikan karena sering mengkritik masalah PMT.
” Pernah sekali satu roti di bagi dua untuk lansia ya wajarkan kami mengkritik PMT itu,mungkin karena itu kami di pecat , Kan sesuai visi misinya waktu mencalonkan sebagai kepala desa, Harus lebih baik lagi desa Belang Malum ini kedepannya,kan wajar kita mengkritik. Jadi mksdnya yang gak bisa Laginya kita mengkritik..?, “Ungkap Purnama.










