DAIRI24JAM || TIGA LINGGA – Suasana siang di Dusun Kampung Karo, Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi mendadak gempar pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 14.30 win. Seorang pria berisinial IAB (34), warga Dusun Lae Salak, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam parit tepat di depan Gereja GBKP setempat. Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian semalam suntuk yang dilakukan oleh pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, rangkaian peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (29/8/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, IAB diketahui baru saja selesai mengonsumsi minuman tradisional tuak bersama rekan-rekannya di kawasan Lau Salak, Desa Lau Sireme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah persediaan tuak habis, korban dan sejumlah temannya memutuskan untuk melanjutkan malam mereka. Mereka beranjak menuju Cafe 19 yang berlokasi di desa yang sama. Sesampainya di kafe tersebut, korban kembali memesan dan mengonsumsi minuman beralkohol jenis bir.
Di tengah suasana malam, korban kemudian meminta izin kepada teman-temannya untuk keluar menuju kamar mandi. Namun, langkah kaki korban ke luar malam itu ternyata menjadi momen terakhir kebersamaan mereka. Korban tidak pernah kembali lagi ke dalam kafe.
Setelah sekian lama menunggu tanpa ada tanda-tanda kembalinya korban, tiga orang teman IAB akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Cafe 19. Saat berada di area parkir, mereka menyadari hal yang ganjil: sepeda motor yang sebelumnya dikendarai oleh korban sudah tidak ada lagi di tempat.
Ketiga temannya kemudian bergegas pulang ke arah Lau Salak dan berinisiatif mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan. Rasa cemas mulai merayap ketika istri korban menyatakan bahwa suaminya belum juga menginjakkan kaki di rumah sejak pamit pergi.
Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga langsung bergerak cepat melakukan pencarian menyusuri jalur yang kemungkinan dilewati korban. Titik terang mulai muncul saat keluarga menerima informasi adanya sebuah sepeda motor yang terjatuh ke dalam parit di depan Gereja GBKP, Dusun Kampung Karo.
Pihak keluarga segera menuju lokasi yang disebutkan untuk melakukan pengecekan. Isak tangis dan syok tak terbendung ketika mereka mengenali bahwa kendaraan yang berada di dalam parit tersebut adalah benar milik korban.
Saat memeriksa area sekitar parit lebih detail, pandangan keluarga tertuju pada pemandangan memilukan. Mereka melihat bagian kaki seseorang menyembul dari permukaan air parit yang cukup dalam tersebut.
Tak berani gegabah, pihak keluarga langsung menghubungi personel Polsek Tigalingga. Petugas kepolisian yang menerima laporan segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga, petugas langsung mengevakuasi jasad korban dari dalam parit dan melakukan olah TKP awal.
Kapolsek Tigalingga, Iptu P. Lumban Toruan, membenarkan adanya insiden penemuan mayat tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media.
Menurut Kapolsek, setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis guna mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama kematian korban.
” Untuk jenazah saat ini sudah dibawa dan disemayamkan di rumah duka setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan di puskesmas terkait penyebab kematian korban,” ujar Iptu P. Lumban Toruan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah korban murni mengalami kecelakaan tunggal akibat pengaruh alkohol atau ada faktor penyebab lainnya.
Penulis : Bambang Ermansyah











