Setubuhi Putri Kandung Sendiri ,MS Di Ringkus Sat Reskrim Polres Dairi

- Jurnalis

Jumat, 4 Oktober 2024 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Dairi24jam || Tanah PinemSat Reskrim Polres Dairi berhasil meringkus seorang pria berinisial MS usai melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya berisinial A di desa Balandua  Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi.

 

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Meetson Sitepu mengatakan, peristiwa itu diketahui saat korban di bawa oleh bibi kandungnya ke rumah kepala desa.

 

Saat itu, ibu korban diberitahu oleh bibinya, bahwa sang anak telah di setubuhi oleh MS, dan si ibu langsung menuju rumah kepala desa, ” ujarnya, Kamis (3/10/2024).

 

Sesampainya di rumah kepala desa, ibu korban kemudian bertanya kepada sang anak apa yang sudah terjadi, dan si anak mengakui bahwa dirinya telah di setubuhi oleh sang ayah.

Baca Juga :  Di Momen Lebaran,Babinsa Komsos Dengan Tokoh Agama

 

Karena tak terima, ibu korban langsung melaporkan hal tersebut ke SPKT Polres Dairi.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan visum yang dikeluarkan oleh rumah sakit, Sat Reskrim langsung menetapkan MS sebagai tersangka.

 

“Saat ini tersangka sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan, ” jelasnya.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka melakukan hal keji itu di perladangan dan rumah. Dirinya mengaku bahwa hawa nafsunya timbul saat korban sering keluar tanpa busana setelah selesai mandi.

Baca Juga :  Laksanakan Jam Komandan,Danramil 06 Kerajaan Beri Motivasi Kepada Personil Koramil

 

“Tersangka juga kerap menonton video porno, sehingga hal tersebut membuat hawa nafsunya semakin bertambah, ” jelasnya.

 

Tersangka kemudian di jerat Pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat (1), (3) Jo Pasal 76E Jo Pasal 82ayat(1),(2) dari Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, dan ditambah sepertiga dari ancaman hukuman, mengingat Tersangka MS adalah ayah kandung dari anak korban.(Bam)

Berita Terkait

Babinsa Koramil 05/TP Laksanakan Komsos dengan Masyarakat Desa Pasir Mbelang
Kiprah Babinsa, Dalam Membantu Warga Terdampak Puting Beliung
Babinsa Koramil 01/Sumbul Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Kepada Siswa-Siswi Sekolah Dasar
Babinsa Koramil 05/TP Bantu Masyarakat Alami Musibah Kecelakaan
Jalinsum Sidikalang–Dolok Sanggul Putus Total Akibat Longsor di Parbuluan V
Babinsa Koramil 05/TP Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu di Gereja Katolik Kutabuluh
Berikan Rasa Aman, Babinsa Koramil 01/Sumbul Pantau Ibadah Minggu di Gereja HKBP Gloria
Alfriansyah Ujung Pimpin Wushu Untuk Kedua Kalinya Hingga 2028
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:45 WIB

Babinsa Koramil 05/TP Laksanakan Komsos dengan Masyarakat Desa Pasir Mbelang

Selasa, 21 April 2026 - 12:00 WIB

Kiprah Babinsa, Dalam Membantu Warga Terdampak Puting Beliung

Senin, 20 April 2026 - 17:57 WIB

Babinsa Koramil 01/Sumbul Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Kepada Siswa-Siswi Sekolah Dasar

Senin, 20 April 2026 - 17:50 WIB

Babinsa Koramil 05/TP Bantu Masyarakat Alami Musibah Kecelakaan

Minggu, 19 April 2026 - 19:55 WIB

Jalinsum Sidikalang–Dolok Sanggul Putus Total Akibat Longsor di Parbuluan V

Berita Terbaru