DAIRI24JAM || Siempat Nempu Hilir — Komitmen Pemerintah Kabupaten Dairi dalam merespons bencana alam kembali diuji. Menyusul laporan terjadinya longsor hebat di Desa Jambur Indonesia, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Bupati Dairi Vickner Sinaga menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons langsung atas amblasnya badan jalan yang merupakan urat nadi penghubung antar-kecamatan pada Senin (30/03/2026).
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur jalan. Berdasarkan data teknis di lapangan, badan jalan amblas sepanjang 13 meter dengan lebar 3,5 meter. Lubang menganga dengan kedalaman mencapai 8 meter tersebut sempat memutus total akses yang menghubungkan Kecamatan Buntu Raja dengan Kecamatan Siempat Nempu Hilir. Mengingat urgensi jalan tersebut bagi mobilitas warga dan distribusi ekonomi, Pemerintah Kabupaten Dairi menetapkan status penanganan prioritas utama.
Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa dalam situasi bencana, kecepatan koordinasi dan keselamatan warga adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ia memerintahkan seluruh dinas teknis terkait untuk tidak menunda waktu dan segera terjun ke titik lokasi.
“Instruksi saya jelas: seluruh jajaran terkait harus segera turun ke lapangan. Lakukan penanganan darurat secara cepat dan terkoordinasi. Prioritas utama kita adalah keselamatan masyarakat, namun di saat yang sama, kita harus memastikan akses jalan penghubung ini bisa segera difungsikan kembali, meski dalam kondisi darurat sementara,” tegas Bupati Vickner dalam pesannya.
Menindaklanjuti perintah tersebut, pada Rabu (02/04/2026), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Dekman Sitopu, melaporkan perkembangan signifikan di lokasi bencana. Tim reaksi cepat BPBD telah bersiaga di lokasi bersama unsur pihak kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Penanganan ini juga mendapat pengawalan langsung dari anggota DPRD Kabupaten Dairi, Juangga Silaban, yang turun memantau proses perbaikan. Semangat gotong royong terlihat kental saat para tokoh masyarakat turut berkontribusi nyata dengan menyumbangkan 8 truk material sirtu (pasir batu) untuk mempercepat pengerasan jalan yang amblas.
Dekman Sitopu menjelaskan bahwa upaya darurat yang dilakukan mencakup aspek teknis yang cukup krusial. “Kami telah melakukan pemasangan gorong-gorong sepanjang 7 meter serta membangun tiang-tiang penahan sebagai proteksi awal untuk mencegah terjadinya longsor susulan yang bisa memperparah kerusakan,” jelas Dekman.
Kerja keras lintas sektor ini mulai membuahkan hasil. Per hari ini, jalan tersebut dilaporkan sudah mulai bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun, pihak BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada karena kondisi jalan belum sepenuhnya optimal akibat faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi di wilayah Dairi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan infrastruktur ini.
“Berkat kerja sama semua pihak, kendaraan roda dua saat ini sudah bisa melintas. Kami berharap dalam 2 atau 3 hari ke depan, kondisi jalan akan jauh lebih baik dan stabil, tentunya dengan dukungan cuaca yang bersahabat,” tambah Dekman.
Langkah taktis dan cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan warga. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan permanen dan maksimal akan segera dilaksanakan segera setelah cuaca memungkinkan, demi menjamin keamanan dan kenyamanan transportasi masyarakat secara jangka panjang.
Penulis : Bambang Ermansyah










