DAIRI24JAM || Sidikalang—Pelantikan sejumlah pejabat administrator dan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, Sumatera Utara menjadi sorotan publik.
Menanggapi isu beredarnya jual beli jabatan di ruang lingkup Pemkab Dairi, Anggota DPRD Sumatera Utara, Alfriansyah Ujung dari fraksi PDIP angkat bicara.
Alfriansyah berharap Mutasi pejabat yang di lakukan hari ini itu tidak benar karena adanya jual beli jabatan. Karena isu adanya jual beli jabatan dalam mutasi pejabat di Dairi kali ini, telah santer di tengah masyarakat.
“Yang sekarang ini kan saya nilai kurang tepat. Kepala Puskesmas dinonjobkan, ditempatkan di tempat yang sama pula. Psikologinya bagaimana ini? Yang sebelumnya menjadi pimpinan disitu, sekarang jadi anggota, di tempat yang sama pula. Kan pasti ada pengaruh psikologisnya ini. Apakah ini nantinya tidak berpengaruh ke kinerjanya?” kata Alfriyansah.
Ia pun meminta Bupati Dairi agar kedepannya memperhatikan Panca Prasetya KORPRI (Lima Janji Setia) yang salah satu poinnya adalah mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan.
” Kunci sukses Pejabat yang tadi dilantik dalam pelantikan yang dipilih oleh pejabat pembina kepegawaian (Bupati) meneguhkan kembali doktrin Bhineka Karya Abdi Negara/Beragam Karya Abdi Negara. Ada kata pengabdian terhadap negara di dalamnya” kata Alfriansyah
” Semoga saja isu jual beli jabatan itu tidak benar. Isu yang santer terdengar adanya istilah “Top Up” yang bahasa kerennya “Gratifikasi” atau bahasa sebenarnya “Memaksakan jabatan kepada orang tanpa melihat kemampuan” adalah kemunduran peradaban birokrasi” Sambungnya.
Alfriansyah Ujung, juga menyayangkan adanya pencopotan tugas tambahan jabatan fungsional Kepala UPT Puskesmas, yang menurutnya hal itu memicu kekecewaan.
Penulis : Tim
Editor : REDAKSI DAIRI24JAM










