Asal Usul Sejarah Marga Purba Simalungun

Kamis, 18 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dairi24jam || —Marga Purba adalah salah satu dari banyak marga atau kelompok kekerabatan Suku Batak di Sumatera Utara. Suku Batak terbagi ke dalam enam sub-suku atau puak, yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. 

 

Purba merupakan satu dari empat marga asli Simalungun, yang kerap disingkat sebagai SISADAPUR (Sinaga, Saragih, Damanik, Purba). Marga Purba terdiri dari banyak turunan marga, seperti Purba Tambak, Purba Sidasuha/Purba Dasuha, Purba Pakpak, Purba Sigumonrong, Purba Tua, dan masih banyak lainnya.

 

Berikut ini sejarah marga Purba Simalungun.

 

Sejarah Marga Purba Menurut bahasa Sansekerta, istilah “Purba” berasal dari kata “Purwa”, yang bermakna timur. Sedangkan menurut bahasa Batak Simalungun, Purba berarti gelagat masa datang, pengatur, pemegang undang-undang, tenungan pengetahuan, dan cendekiawan.

 

Terdapat beberapa teori mengenai asal-usul marga Purba, yang telah menjadi bagian dari cerita rakyat Simalungun.

 

Salah satu cerita mengisahkan sosok bernama Narasi, yang diyakini sebagai leluhur pertama marga Purba. Narasi bersama Narasag dan Naraga, yang merupakan leluhur Saragih dan Sinaga, dipersilakan oleh empat putra Darayad Damanik, leluhur awal marga Damanik, untuk bermigrasi ke wilayah Simalungun di Sumatera Utara saat ini.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 05 Tanah Pinem,Komsos Bersama Warga Binaan

 

Migrasi ini terjadi pada sekitar abad ke-3, saat terjadi gejolak politik di India. Mereka berasal dari wilayah timur laut India, tepatnya sekitar daerah Chota Nagpur, pegunungan Assam, dan Nagaland, yang melakukan perjalanan laut melalui Selat Malaka hingga akhirnya mencapai pantai timur Pulau Sumatera.

 

Tempat pertama kali mereka mendarat adalah di Pagurawan, sekarang di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Setibanya di sana, mereka kemudian membangun permukiman di sekitar aliran Sungai Bah Hapal, dan keturunannya menyebar ke pedalaman hingga wilayah Simalungun.

 

Selain itu, ada juga cerita yang menyebutkan bahwa leluhur marga Purba berasal dari Siam (Thailand) dan Manchuria (China). Mulanya, nenek moyang orang Simalungun tinggal di pesisir pantai timur Pulau Sumatera. Mereka kemudian terdesak oleh kedatangan etnis Melayu dari Semenanjung Malaya, sehingga bermigrasi ke pedalaman hingga akhirnya mencapai sekitar Danau Toba.

Baca Juga :  Dukung Program Ketahanan Pangan,Babinsa Koramil 05 Tanah Pinem Bantu Warga Menggiling Jagung

Di Simalungun, muncul empat kerajaan, yakni Dolok Silau, Raya Kahean, Siantar, dan Tanah Jawa. Empat kerajaan tersebut kemudian pecah menjadi tujuh, yaitu:

1. Kerajaan Dolok Siau dengan rajanya marga Purba Tambak

2.Kerajaan Silima Kuta dengan rajanya marga Purba Gisang

3. Kerajaan Purba dengan rajanya marga Purba Pakpak

4. Kerajaan Raya dengan rajanya marga Saragih Garingging

5. Kerajaan Panei dengan rajanya marga Purba Sidasuha

6.Kerajaan Siantar dengan rajanya marga Damanik Ambarita

7.Kerajaan Tanah Jawa dengan rajanya marga Sinaga

Dari situlah, seiring berjalannya waktu, marga Purba memiliki banyak turunan marga. Marga Purba Sidasuha/Dasuha misalnya, yang kemudian terbagi menjadi Purba Sidadolog dan Purba Sidagambir.

 

Ada pula marga Purba Tambak yang bermigrasi ke Tanah Karo kemudian menjadi bagian dari marga Tarigan Tambak.

 

Marga Purba Sigumonrong, yang keturunannya menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Tanah Karo dan menjadi bagian dari marga Tarigan Gerneng. Juga marga Purba Tua, marga Purba yang merantau ke Tanah Karo dan menjadi bagian dari marga Tarigan Tua.

Berita Terkait

Personel Koramil 05/TP Sertu Warpadli Silaturahmi bersama Pegawai Kecamatan Tanah Pinem
Babinsa Koramil 05/TP Bantu Masyarakat dan Jalin Kebersamaan di Desa Lau Njuhar
PERERAT KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT, BABINSA KORAMIL 05/TANAH PINEM GELAR NOBAR FINAL ARGENTINA VS SPANYOL
Bupati Dairi Apresiasi Pagelaran Seni Pakpak di PRSU, Kagum pada Sendratari Meraleng Tendi
Babinsa Koramil 05/ TP, Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu Di Desa Balan Dua
Kecelakaan Beruntun Sibolangit, Tiga Jenazah Warga Dairi Tiba di Rumah Duka Gunung Gajah
BABINSA KORAMIL 05/TP PERKUAT SINERGITAS LEWAT KOMSOS DI DESA TANAH PINEM
LEWAT NGOPI BARENG, BABINSA KORAMIL 05/TP PERERAT KEMANUNGGALAN DI DESA SUKADAME

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:07

Personel Koramil 05/TP Sertu Warpadli Silaturahmi bersama Pegawai Kecamatan Tanah Pinem

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:04

Babinsa Koramil 05/TP Bantu Masyarakat dan Jalin Kebersamaan di Desa Lau Njuhar

Senin, 20 Juli 2026 - 12:31

PERERAT KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT, BABINSA KORAMIL 05/TANAH PINEM GELAR NOBAR FINAL ARGENTINA VS SPANYOL

Senin, 20 Juli 2026 - 09:53

Bupati Dairi Apresiasi Pagelaran Seni Pakpak di PRSU, Kagum pada Sendratari Meraleng Tendi

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:09

Babinsa Koramil 05/ TP, Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu Di Desa Balan Dua

Berita Terbaru