DAIRI24JAM || Lae Sembelin—Tiga hari penuh kecemasan di sepanjang aliran Sungai Lae Simbelin akhirnya berujung pada kabar duka yang menyayat hati. Fery Sinaga, bocah laki-laki berusia 12 tahun yang sempat dinyatakan hilang ditelan arus sungai sejak Minggu (10/3), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu (11/3/2026). Penemuan ini sekaligus menyudahi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim gabungan dan warga setempat.
Tragedi ini bermula pada hari Minggu yang naas. Saat itu, Fery dikabarkan terbawa arus sungai yang sedang meluap. Upaya pencarian langsung dilakukan sesaat setelah laporan kehilangan diterima, namun derasnya debit air dan medan sungai yang menantang membuat tim penyelamat harus bekerja ekstra keras selama tiga hari berturut-turut. Doa-doa terus dipanjatkan oleh keluarga di Desa Bakal Gajah, berharap ada mukjizat yang membawa Fery pulang dengan selamat.
Memasuki hari ketiga pencarian, Rabu pagi, titik terang akhirnya muncul. Tim gabungan yang menyisir aliran sungai menemukan jasad korban di perairan Sungai Lae Simbelin, tepatnya di wilayah Desa Uruk Mbelin, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi. Ps Kapolsek Parongil, Iptu JP Karo Sekali, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan adalah benar Fery Sinaga.
“Jenazah berhasil kami temukan di perairan Sungai Lae Simbelin tepatnya di Desa Uruk Mbelin. Kondisi jasad saat ditemukan sudah mulai membusuk akibat terlalu lama berada di dalam air,” ujar Iptu JP Karo Sekali dalam keterangannya.
Kepulangan Terakhir ke Bakal Gajah
Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jasad Fery segera dibawa menuju rumah duka di Desa Bakal Gajah. Isak tangis keluarga pecah menyambut kedatangan tubuh kaku bocah tersebut. Meski terpukul hebat, pihak keluarga mencoba tegar dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Berdasarkan musyawarah keluarga dan pemeriksaan luar yang memastikan tidak adanya unsur tindak pidana atau kekerasan, keluarga memutuskan untuk tidak melakukan otopsi.
Pada hari yang sama, jasad Fery Sinaga langsung dikebumikan di pemakaman setempat. Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru, dihadiri oleh kerabat dan warga desa yang turut merasakan kehilangan mendalam atas kepergian bocah yang masih duduk di bangku sekolah tersebut.
Di balik tragedi ini, terpancar solidaritas yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat. Kapolsek Parongil menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Basarnas, BPBD Dairi, serta seluruh warga yang tanpa lelah membantu proses pencarian dari hari pertama hingga jasad ditemukan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, baik Basarnas, BPBD, serta masyarakat yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian ini. Tanpa kerja sama yang baik, evakuasi ini tentu akan lebih sulit dilakukan,” tutup Kapolsek.
Kini, Sungai Lae Simbelin kembali tenang, namun bagi keluarga Fery Sinaga, aliran air tersebut akan selalu menjadi saksi bisu kepergian putra tercinta mereka yang pulang terlalu cepat.
Penulis : Bambang Ermansyah










