DAIRI24JAM || Pakpak Bharat– Memasuki hari ketujuh operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), tim gabungan dari Basarnas dan relawan akhirnya menemukan titik terang dalam upaya pencarian korban kecelakaan tunggal mobil yang terjun ke jurang di kawasan Sungai Lae Kombih. Pada penyisiran yang dilakukan Senin (06/04/2026), petugas menemukan satu buah sarung bantal yang diduga kuat milik korban.
Temuan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga yang terus memantau proses pencarian di posko darurat. Keluarga memastikan bahwa benda tersebut merupakan perlengkapan yang berada di dalam mobil saat kecelakaan nahas itu terjadi pada 30 Maret 2026 yang lalu.
“Benar, pihak keluarga sudah melihat langsung dan memastikan bahwa sarung bantal yang ditemukan tim di aliran sungai hari ini adalah milik korban,” ujar perwakilan tim di lapangan.
Meski telah ditemukan barang bukti fisik, keberadaan pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut hingga kini masih misterius. Sejak dilaporkan hilang tujuh hari yang lalu, tim SAR telah melakukan berbagai upaya mulai dari penyisiran darat di tebing jurang hingga penyisiran air menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Lae Kombih yang dikenal memiliki arus cukup deras dan medan yang ekstrem.
Kecelakaan tunggal ini menjadi perhatian publik setelah sebuah unit mobil dilaporkan hilang kendali dan terjun bebas ke dalam jurang sedalam puluhan meter hingga mencapai dasar sungai. Sejak saat itu, upaya evakuasi dan pencarian terus dilakukan tanpa henti oleh tim gabungan.
Hingga laporan ini diturunkan, status korban masih dinyatakan hilang. Tim SAR menegaskan akan terus memaksimalkan pencarian di hari-hari mendatang, dengan fokus pada titik-titik pusaran air dan tumpukan material sampah sungai yang dimungkinkan menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Keluarga dan kerabat korban berharap mukjizat dapat terjadi, atau setidaknya korban dapat segera ditemukan agar dapat dievakuasi dengan layak.
Penulis : Bambang Ermansyah










