Panglima TNI: Bumi Sudah Overload, Kompetisi Global Semakin Sengit

- Jurnalis

Sabtu, 17 Juni 2017 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantul – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan saat ini tantangan terbesar Indonesia adalah menghadapi kompetisi global yang semakin sengit. Karena sekarang antar negara bersaing, sementara jumlah penduduk di bumi terus bertambah, bahkan sudah melebihi kapasitas.

Bertambahnya jumlah penduduk tersebut, kata Gatot, tidka diimbangi dengan ketersediaan pangan yang cukup. Hal tersebut akhirnya menyisakan masalah pelik, seperti kemiskinan dan kelaparan.

“Tahun 2011 jumlah penduduk di bumi sudah 7 miliar. Padahal menurut peneliti daya tampung bumi hanya 3-4 miliar,” ujar Gatot Nurmantyo saat memberikan pemaparan pengajian kebangsaan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Minggu (4/6/2017) malam,

Karena daya tampung bumi overload, muncul persoalan-persoalan sosial. Bahkan menilik catatan Gatot, akibat kepadatan penduduk ini hampir setiap hari ada 41.000 anak meninggal dunia.

Baca Juga :  Cek kesiapan Turnamen Sepak Bola,Ini yang Di Sampaikan Kapolres Dairi

“Karena kelaparan, kemiskinan, dan kesehatan buruk. Ini menandakan bumi sudah overload, disamping itu orang butuh minyak untuk energi,” sebutnya.

Dengan berbagai permasalahan sosial tersebut, menurut Gatot, yang paling utama dibutuhkan adalah pasokan makanan. Kondisi inilah yang harus diantisipasi Indonesia. Apalagi diprediksi sekitar tahun 2043, semua penduduk di dunia bakal mencari pangan di negara-negara ekuator.

Hal tersebut karena lahan di negara-negara ekuator seperti Asia Tenggara, Afrika Tengah, dan Amerika Latin, dinilai cocok buat bercocok tanam. Sedangkan air, pangan, dan energi terbarukan banyak terdapat di negara-negara ini.

Baca Juga :  Mempererat Silahturhami ,Babinsa Koramil 05 Tanah Pinem,Anjang sana Kerumah Warga

“Miliaran orang akan mencari makan di ekuator. Ini mulai terlihat bahayanya pertumbuhan penduduk,” ungkapnya.

Indonesia saat ini, harus siap menghadapi kenyataan ini. Apalagi, menurutnya, Indonesia adalah salah satu negara di ekuator yang energinya luar biasa besar. Tentu kondisi ini menarik negara lain, sehingga perlu diantisipasi.

“Sepanjang ekuator, negara yang energinya luar biasa adalah Indonesia,” tegasnya.

Selain persoalan kesenjangan sosial, Gatot menambahkan saat ini di tengah-tengah masyarakat juga muncul gaya hidup baru. Setiap orang asyik dengan gadgetnya masing-masing, menyebabkan orang menjadi antipati dengan kondisi sosial.

Berita Terkait

Eksekusi Lahan Gereja GKPI Salak Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ratusan Personel Gabungan
Komsos Dengan Warga Desa Pegagan Hilir, Babinsa Sampaikan Pesan Kamtibmas
Babinsa Koramil 05/TP Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat Desa Balan Dua
Perkuat Komitmen Lintas Sektor, Dairi Gencarkan Pemenuhan Hak Anak, Guna Raih Kembali KLA
Peringati Hari Kartini Tahun 2026, Pemkab Dairi Bersama Kalbe Nutrilions Adakan Kartini Muda Kreatif 2026
Wakil Bupati Dairi Tinjau Penanganan Longsor Di Jalan Lintas Sumatera Utara Desa Parbuluan V 
Pemkab Dairi Bersama Mercy Corps Indonesia Perkuat Ketahanan Petani Kopi
Vickner-Wahyu Tepung Tawar 17 Orang Calon Haji Kabupaten Dairi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:26 WIB

Eksekusi Lahan Gereja GKPI Salak Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ratusan Personel Gabungan

Rabu, 22 April 2026 - 17:24 WIB

Komsos Dengan Warga Desa Pegagan Hilir, Babinsa Sampaikan Pesan Kamtibmas

Rabu, 22 April 2026 - 14:15 WIB

Babinsa Koramil 05/TP Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat Desa Balan Dua

Rabu, 22 April 2026 - 10:38 WIB

Perkuat Komitmen Lintas Sektor, Dairi Gencarkan Pemenuhan Hak Anak, Guna Raih Kembali KLA

Rabu, 22 April 2026 - 10:32 WIB

Wakil Bupati Dairi Tinjau Penanganan Longsor Di Jalan Lintas Sumatera Utara Desa Parbuluan V 

Berita Terbaru