DAIRI24JAM —Pembukaan MTQ yang ke-50 di desa bintang Mersada Bupati Dairi Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan dengan semangat gotong royong (5/5/2025).
Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga M.M bersama rombongan Forkopimda, serta seluruh camat sekabupaten dairi menuju gedung utama LPQ Dalam rangka pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 tingkat Kabupaten Dairi di Desa Bintang, Kecamatan Sidikalang, MTQ sebagai ajang perlombaan seni baca Al-Qur’an yang tidak hanya memupuk kecintaan terhadap kitab suci umat Islam, tetapi juga menjadi simbol penguatan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat.
Ketua Panitia MTQ, Jono Pasi, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini terus mendapat perhatian dan dukungan anggaran yang lebih optimal di masa mendatang. “Kita mendoakan bersama agar sehat walafiat, dan semoga tahun depan terjadi penambahan anggaran karena tahun ini memang terbatas akibat efisiensi,” ujarnya.
Pelaksanaan MTQ ke-50 ini turut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh penting di Kabupaten Dairi, di antaranya Kapolres Dairi AKBP Faisal Andri Pratomo, SH, SIK, MM, M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Dairi Sabam Sibarani, S.Sos, Kepala Kantor Kemenag H. Riswan Gajah, Ketua MUI H. Wahlim Munte, Dandim 0206 Dairi Letkol Inf. Goklas Pirtahan Silaban, SH, Kajari Dairi Cahyadi Sabri, tokoh adat Raja Ardin Ujung, dan Sekretaris Daerah Charles Bantjin.
Pelantikan Dewan Hakim MTQ dilakukan pukul 11.50 WIB oleh Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa tugas sebagai dewan hakim merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan kebijaksanaan. Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan simbolis serta pembacaan baiat oleh Koordinator Dewan Hakim.
Rangkaian kegiatan MTQ nantinya akan dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang disumbangkan secara sukarela oleh para ASN, tokoh masyarakat, dan instansi yang peduli terhadap kegiatan keagamaan ini.
Menariknya, kegiatan ini turut dihadiri oleh pemeluk agama lain, mencerminkan semangat toleransi dan harmoni antarumat beragama di Kabupaten Dairi. Bupati Dairi menyambut baik hal ini, sembari menegaskan bahwa gotong royong dan tenggang rasa merupakan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh semua kitab suci.
Dalam pidatonya, Bupati mengatakan MTQ Bukan hanya ajang perlombaan tetapi adalah warisan relegius yang menyatukan keberagaman, bupati juga menyinggung berbagai program strategis, antara lain jalan tanpa gelombang melalui program “Jatagena”, penanaman pohon yang wajib dilakukan oleh seluruh pejabat Forkopimda pada hari ke-26 dari program 100 hari kerja, serta percepatan elektrifikasi desa dan pencapaian swasembada pangan, air, dan energi. “Jangan sampai masyarakat kita masih hidup tanpa listrik, sementara bupatinya adalah mantan Dirut PNM,” tegasnya.
Momen istimewa juga diwarnai dengan kenangan pribadi Bupati yang mengingat saat pertama kali menerima ulos dari seorang orang tua berusia hampir satu abad di Desa Bintang. Ia mengajak masyarakat menjaga kesetiaan sosial dan semangat pembangunan di tengah tantangan keterbatasan anggaran. “Mari kita tetap bergandengan tangan, seperti ajaran kitab suci, dalam membangun daerah ini,” ucapnya.
Bupati juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk mengenang serta memberikan penghargaan kepada para pahlawan dan tokoh pendahulu yang telah merintis penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Dairi hingga mampu bertahan selama 50 tahun. “Kita harus berterima kasih kepada para pejuang yang telah menciptakan dan menjaga MTQ ini sebagai warisan keagamaan dan budaya,” katanya.
Kegiatan MTQ dibuka secara resmi dengan pemukulan beduk oleh Bupati Dairi, didampingi oleh Forkopimda, Forkopimca, dan tokoh masyarakat sebagai simbol dimulainya kegiatan keagamaan yang sarat nilai spiritual. Dalam seremoni pembukaan, juga dilakukan penyerahan piala bergilir dari Camat Berampu kepada Bupati Dairi, yang selanjutnya diserahkan kepada panitia untuk kemudian diberikan kepada peserta yang meraih juara umum MTQ tahun ini.










