DAIRI24JAM || SIDIKALANG – Semangat transformasi ekonomi kerakyatan bergema kuat di jantung Kabupaten Dairi. Pada Senin (23/2/2026), Ruang Rapat Bupati Dairi menjadi saksi bisu koordinasi krusial Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Rapat strategis ini digelar untuk mematangkan langkah Dairi dalam menyukseskan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada penguatan akar ekonomi di tingkat desa.
Mewakili Bupati Dairi Vickner Sinaga, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Bantjin, memimpin langsung jalannya diskusi. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah evaluasi mendalam untuk membedah progres nyata di lapangan. Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa Koperasi Merah Putih adalah instrumen “mulia” yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan dan menghadirkan kesejahteraan langsung ke depan pintu rumah warga desa.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Vickner Sinaga dan Bapak Wahyu, Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen penuh memberikan karpet merah bagi pembangunan koperasi ini. Ini adalah kerja besar untuk rakyat,” tegas Surung Charles Bantjin.
Beliau menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat menyelesaikan segala hambatan administratif, mulai dari dokumen perizinan hingga legalitas lahan, dengan menjalin kolaborasi erat bersama pihak Kodim 0206 Dairi.
Sinergi lintas institusi ini semakin nyata dengan kehadiran Dandim 0206 Dairi, Letkol Czi Nanang Sujarwanto. Dalam paparannya, Dandim mengungkapkan peta jalan pembangunan yang ambisius namun terukur. Untuk wilayah teritorial Kodim 0206 yang mencakup Dairi dan Pakpak Bharat, ditargetkan berdiri sebanyak 221 koperasi.
Khusus untuk Kabupaten Dairi, beban tugas yang diemban adalah membangun 169 unit koperasi. Progres hingga saat ini menunjukkan tren positif: sebanyak 101 titik lahan telah berhasil masuk ke dalam portal pemetaan lahan nasional. Lebih jauh lagi, 81 unit saat ini tengah berada dalam tahap konstruksi aktif, dan 20 unit di antaranya telah dinyatakan siap bangun serta segera beroperasi.
“Kami terus mengawal di lapangan agar target 169 bangunan di Dairi ini terealisasi tepat waktu. Kerjasama antara babinsa, perangkat desa, dan satgas kabupaten menjadi kunci agar hambatan di tingkat tapak bisa segera teratasi,” ujar Letkol Czi Nanang Sujarwanto.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan kesepahaman kolektif bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kedaulatan ekonomi desa. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan pengawalan ketat dari TNI, Kabupaten Dairi optimistis dapat menjadi pionir dalam keberhasilan Program Strategis Nasional ini, membawa perubahan signifikan bagi wajah perekonomian desa di Bumi Kopi Sidikalang.
Penulis : Bambang Ermansyah










